5 Langkah Mengambil Keputusan yang Lebih Baik

Wakastudio

Editorial

Strategi berikut dimaksudkan untuk meninggalkan paradoks dan kerumitan terkait dengan analisis berlebih (over-analyzing) dalam proses pengambilan keputusan. Hal-hal berikut akan memberikan cara dan pendekatan yang Anda butuhkan untuk mendapatkan kestabilan dalam keputusan Anda dan memperoleh rasa percaya lebih terhadap pilihan yang Anda ambil.

Keluar dari permasalahan.

Berdasarkan riset secara ilmiah, menjauhkan diri Anda dari suatu masalah dapat membantu Anda menghadapinya dengan langkah yang lebih objektif. Sebagai contoh, Anda sedang mencoba memilih antara dua tawaran pekerjaan, dan Anda tidak dapat mengatakan mana yang lebih baik untuk Anda. Dibanding Anda tetap berada dalam frame pemikiran Anda, pikirkan diri Anda sebagai seorang pengamat dari luar, seperti seorang teman yang sedang memberikan nasihat. Menyingkirkan diri Anda dengan cara demikian membantu Anda menyaring sejumlah kesamaran atau kebiasan dalam pikiran kognitif dan mengarahkan Anda menuju sebuah keputusan yang lebih rasional.

Berikan diri Anda waktu.

Kebanyakan dari kita menjadi pengambil keputusan yang buruk ketika kita mencoba memaksakan sebuah keputusan dalam suatu waktu atau memutuskan pilihan akhir setelah mempelajari suatu situasi. Dalam beberapa hal, lingkungan yang penuh tekanan, ini menjadi keharusan, tetapi hal ini bukan langkah paling efektif dan menguntungkan untuk melakukan sesuatu. Sebaliknya, akurasi dan kehandalan dalam pengambilan keputusan cenderung meningkat jika Anda pertama-tama memberikan diri Anda beberapa waktu untuk menurunkan tekanan dan mengumpulkan diri Anda — walau hanya beberapa menit. Hal ini juga dapat membantu Anda menjauhkan diri Anda dari permasalahan.

Ketahuilah bahwa tidak ada jawaban yang benar.

Anda dapat stress mencoba menemukan jawaban yang secara objektif benar, jika Anda percaya jawaban seperti itu ada. Sebaliknya, mengingatkan diri Anda bahwa hampir tidak ada jawaban yang benar secara objektif — yang dapat Anda lakukan adalah membuat keputusan yang terbaik untuk Anda pada saat itu, dan keputusan tersebut kemungkinan akan berjalan dengan baik.

Lupakan masa lalu.

Ingatlah pelajaran yang Anda dapat dari masa lalu, tetapi jangan membiarkan pengalaman masa lalu mempengaruhi apa yang Anda putuskan saat ini. Sebagai contoh, jika Anda sudah membayar satu juta rupiah sebulan untuk sebuah pelayanan yang tidak membawa Anda kemana-mana, Anda mungkin tergoda untuk melanjutkannya, dengan sederhana beralasan bahwa Anda telah menghabiskan satu juta rupiah. Pertimbangan seperti ini adalah sebuah contoh pembiasan, yang membuat Anda ragu-ragu untuk memangkas kerugian. Anda tidak dapat merubah masa lalu, jadi lebih baik untuk melihat sekarang dan masa depan.

Berkomitmen.

Anda dapat menganalisis masalah secara berlebihan sebanyak yang Anda suka, tetapi hal tersebut tidak akan membantu Anda apa-apa. Hal tersebut hanya akan membawa komplikasi baru, memaksa Anda untuk mempertanyakan ulang diri Anda, dan memungkinkan mengembalikan keputusan yang telah Anda buat. Hal-hal tersebut membuat proses menjadi lebih menyiksa dan akan membuat Anda tidak puas dengan apa pun keputusan yang Anda ambil. Sebaliknya, ambil sebuah pilihan lebih awal dan berkomitmen pada hal tersebut.

Tidak ada langkah yang sempurna dalam membuat keputusan, dan ada sedikit situasi yang mana keputusan pernah “benar”. Namun, dengan langkah-langkah di atas, Anda akan lebih siap untuk membuat suatu keputusan yang rasional, lengkap, terbaik, dan memuaskan dalam hidup Anda.

Jika Anda menyukai artikel ini, silahkan bagikan ke rekan Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *